INDRAMAYU – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Karangampel kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Prestasi gemilang terukir ketika tiga siswa unggulan sekolah berhasil meraih medali emas pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 10-15 April 2026 lalu.
Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi SMK NU Karangampel, sebuah institusi pendidikan vokasi yang telah berdiri sejak 1998 dan menjadi salah satu pusat keunggulan pendidikan di Indramayu. Ketiga siswa pemenang tersebut yakni Reza Wijaya (Teknik Otomotif), Siti Nurhaliza (Akuntansi), dan Arya Muhammad Pratama (Teknik Komputer dan Jaringan), masing-masing mempertahankan konsistensi dan dedikasi tinggi dalam berlatih selama berbulan-bulan.
Perjalanan Panjang Menuju Podium Tertinggi
Kemenangan di ajang bergengsi ini tidaklah datang begitu saja. Sejak Januari 2026, ketiga siswa ini telah menjalani persiapan intensif bersama tim pembimbing mereka. Reza Wijaya, siswa kelas XII dari Program Keahlian Teknik Otomotif, mengakui bahwa perjalanannya penuh tantangan. Dia harus menguasai berbagai standar internasional dalam otomotif, mulai dari mesin bensin, diesel, hingga sistem hybrid terbaru.
“Saya latihan setiap hari, bahkan saat weekend. Pembimbing kami, Pak Dedi Suryanto, sangat keras dalam melatih, tetapi dia tahu persis apa yang dibutuhkan. Kami melakukan simulasi berkali-kali hingga sempurna,” ungkap Reza, siswa berprestasi yang juga aktif mengikuti berbagai kompetisi otomotif regional.
Sementara itu, Siti Nurhaliza, yang mengikuti kompetisi akuntansi, harus menguasai kompleksitas laporan keuangan, pajak, dan audit. Persiapannya melibatkan studi kasus dari berbagai perusahaan nyata. “Paling sulit adalah ketika harus menyelesaikan soal akuntansi dalam waktu terbatas. Tapi kami belajar strategi cepat bersama guru,” jelas Siti dengan percaya diri.
Adapun Arya Muhammad Pratama dari Teknik Komputer dan Jaringan, harus berkompetisi dalam merancang infrastruktur jaringan dan sistem keamanan cyber. Bidangnya merupakan salah satu yang paling kompetitif karena banyak sekolah berkualitas tinggi yang juga mengikuti. Arya menghabiskan waktu di laboratorium jaringan SMK NU Karangampel hingga pukul 17.00 sore setiap harinya.
Dukungan Penuh dari Institusi
Kesuksesan ini tidak terlepas dari komitmen penuh pihak SMK NU Karangampel. Kepala Sekolah SMK NU Karangampel, Drs. H. Muhammad Solehudin, M.Pd., menyatakan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras bersama seluruh ekosistem sekolah. “Kami menyediakan fasilitas terbaik, guru-guru berkompeten, dan program khusus untuk mengembangkan bakat siswa. Tidak hanya tiga siswa ini, tetapi semua siswa kami diajarkan untuk bersikap excellence dalam setiap hal,” ujar Kepala Sekolah dalam wawancara di kantornya, Senin (17/4/2026).
Drs. H. Muhammad Solehudin menambahkan bahwa SMK NU Karangampel telah menginvestasikan dana signifikan untuk memperbarui laboratorium dan workshop. “Tahun ini saja, kami mengalokasikan Rp 850 juta untuk upgrade peralatan teknik otomotif dan laboratorium komputer jaringan. Ini adalah prioritas kami karena kami percaya bahwa infrastruktur yang baik adalah kunci kesuksesan,” jelasnya.
Program pembinaan khusus “SMK Excellence” juga menjadi andalan sekolah dalam mempersiapkan peserta lomba. Program ini melibatkan not only guru mata pelajaran, tetapi juga praktisi industri yang membagikan pengalaman dan tips menghadapi kompetisi. “Kami mengundang engineer dari perusahaan otomotif ternama untuk berbagi pengalaman dengan Reza. Begitu juga dengan praktisi akuntansi dari firma besar di Bandung yang membantu Siti,” kata Drs. H. Muhammad Solehudin.
Peranan Guru Pembimbing yang Instrumental
Di balik kesuksesan siswa, tentu ada guru pembimbing yang berperan besar. Dedi Suryanto, guru Teknik Otomotif yang membimbing Reza Wijaya, merupakan alumni dari Politeknik Negeri Bandung dengan pengalaman kerja 15 tahun di industri otomotif. “Saya merasa bahwa tugas kami sebagai guru SMK bukan sekadar mengajar teori, tetapi menyiapkan generasi yang siap bersaing di dunia nyata. Reza memiliki potensi luar biasa, dan saya hanya membantu mengarahkan potensi itu,” ungkap Dedi Suryanto dengan humble.
Demikian pula dengan Ibu Dwi Retnaningsih, guru Akuntansi yang membimbing Siti Nurhaliza. Ibu Dwi adalah seorang CPA (Certified Public Accountant) dan secara aktif terlibat dalam konsultasi bisnis kecil menengah di Indramayu. “Siti adalah murid yang sangat disiplin dan penuh inisiatif. Dia tidak hanya menunggu saya jelaskan, tetapi aktif mencari sumber pembelajaran tambahan dari berbagai jurnal akuntansi internasional,” puji Ibu Dwi.
Untuk pembimbing Teknik Komputer dan Jaringan, Agus Hermawan, S.Kom., merupakan praktisi IT yang sebelumnya bekerja sebagai network administrator di perusahaan telekomunikasi besar. “Arya memiliki dedikasi yang tinggi dalam memahami sistem keamanan jaringan. Dia bahkan telah tersertifikasi CCNA (Cisco Certified Network Associate) pada usia 17 tahun,” jelas Agus dengan bangga.
Dampak Positif bagi Ekosistem Pendidikan
Kemenangan ketiga siswa SMK NU Karangampel ini memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi pendidikan vokasi di Indramayu secara luas. Minat calon siswa untuk mendaftar ke SMK NU Karangampel meningkat drastis. “Setelah pengumuman prestasi ini, kami menerima lonjakan pendaftaran hingga 40% lebih tinggi dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengapresiasi pendidikan vokasi berkualitas,” ungkap Sumaryanto, Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru SMK NU Karangampel.
Selain itu, prestasi ini juga membuka peluang kerjasama dengan institusi pendidikan lain dan industri. “Kami telah menerima proposal kerjasama dari tiga perusahaan multinasional untuk program magang siswa. Mereka percaya bahwa lulusan SMK NU Karangampel memiliki kualitas yang sesuai dengan standar internasional,” ungkap Kepala Sekolah Muhammad Solehudin.
Tidak hanya itu, prestasi ini juga menginspirasi siswa-siswa lain di sekolah untuk terus meningkatkan performa akademik dan keterampilan teknis mereka. Di kelas-kelas, terlihat antusiasme yang meningkat. Guru-guru melaporkan bahwa siswa semakin aktif mengikuti pembelajaran praktik di workshop dan laboratorium.
Rencana Lanjutan dan Target Masa Depan
Kepala Sekolah SMK NU Karangampel menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah momentum untuk meningkatkan standar pendidikan sekolah ke level yang lebih tinggi lagi. “Tahun depan, kami menargetkan minimal lima siswa bisa meraih medali emas di LKS Nasional. Untuk itu, kami akan memperluas program excellence ke bidang-bidang keahlian lain seperti Teknik Elektronika, Tata Boga, dan Desain Grafis,” papar Drs. H. Muhammad Solehudin.
Program pengembangan berkelanjutan juga akan dilakukan terhadap guru-guru. “Kami akan mengirimkan guru-guru ke berbagai pelatihan internasional dan sertifikasi profesional. Kompetensi guru adalah fondasi kesuksesan siswa,” tambahnya.
Sementara itu, ketiga siswa pemenang juga memiliki rencana matang untuk masa depan mereka. Reza Wijaya tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke Politeknik Negeri Jakarta dengan program D4 Teknik Otomotif. Siti Nurhaliza merencanakan kuliah di Universitas Indonesia jurusan Akuntansi, dengan harapan bisa menjadi CPA juga. Adapun Arya ingin mengambil beasiswa penuh ke Universitas Gadjah Mada untuk program Strata 1 Teknik Informatika.
“Prestasi di LKS ini adalah awal. Kami tahu masih banyak yang harus dipelajari di jenjang pendidikan tinggi. Tetapi kami sudah memiliki fondasi yang solid dari SMK NU Karangampel,” kata Arya Muhammad Pratama.
Kesimpulan: Bukti Nyata Keunggulan Vokasi
Pencapaian siswa-siswa SMK NU Karangampel dalam LKS Nasional 2026 merupakan testimoni nyata tentang keunggulan pendidikan vokasi Indonesia. Di tengah berbagai tantangan dan persaingan global, sekolah menengah kejuruan tetap mampu melahirkan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di dunia internasional.
Kepercayaan masyarakat terhadap SMK NU Karangampel semakin meningkat seiring dengan bukti-bukti nyata prestasi siswa. Sekolah ini telah membuktikan bahwa dengan kombinasi fasilitas modern, guru berkompeten, program pelatihan intensif, dan komitmen penuh dari seluruh stakeholder, sebuah SMK dapat menghasilkan lulusan dengan standar dunia.
Semoga prestasi ini menginspirasi SMK-SMK lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
—
Kata kunci: SMK NU Karangampel, LKS Nasional 2026, Indramayu, Prestasi Siswa, Pendidikan Vokasi
(Artikel diterbitkan: 17 April 2026)